Cari Blog Ini

Sabtu, 13 Desember 2014

CO - 4T

SEMUA TENTANG CO



1. CO itu apa ?
CO itu menunjukkan ukuran besaran rasio bahan bakar terhadap udara. Semakin tinggi CO, campuran makin kaya & sebaliknya.

2. Di mana nyetel CO ?
Di bengkel resmi. Karena di bengkel resmi, ada alat untuk nyetel CO (Fuel Injection Diagnostic Tools).

3. Untuk apa nyetel CO ?
CO disetel agar karakter motor sesuai dengan kemauan brother sekalian. Apakah ingin fokus mengejar power di rpm bawah-menegah atau menengah-atas.

Lebih bijak disesuaikan dengan kebutuhan (kondisi eksternal : jalan yang dilalui, bagaimana lalu-lintasnya, panjang jalan lurus nya seberapa, banyak tanjakan atau tidak. Kondisi internal : berat badan rider, sering boncengan atau tidak).


4. Efek nyetel CO itu apa ?
Semakin tinggi nilai CO, debit bahan bakar yg masuk ke ruang bakar semakin tinggi (dengan kata lain semakin boros). Semakin tinggi CO, udara yang diperlukan lebih banyak agar pembakaran berlangsung sempurna dan menghasilkan performa yg baik. Begitu pula sebaliknya.

Dengan kata lain, untuk memperoleh udara yg banyak, maka gas harus diputar lebih dalam alias harus main putaran mesin menengah-atas (mid to high rpm). Nafas motor akan lebih panjang, dengan kata lain, top speed lebih tinggi. Tapi konsekuensinya, akselerasi jadi tidak terlalu responsif di rpm bawah. Timing pada short run jadi lebih lambat karena lemahnya tenaga pada rpm bawah.

-------------------------------------------------------
Pemisalan (contoh) case di lapangan diketahui :
Motor Z1 A setelan CO +5
Motor Z1 B setelan CO +2
bahan bakar, rider, style shifting dan settingan klep sama.

Pada trek lurus 500 meter (anggaplah kecepatan 0-105 Km/Jam), motor Z1 B unggul. Pada trek lurus 1,4 Km posisi mulai seimbang (berjejer antara motor Z1 A dan Z1 B). Kemudian setelah 1,7 Km, Z1 A unggul dari Z1 B (Z1 A ngacir sampai 118 Km/Jam, Z1 B cuma mentok di 114 Km/Jam).

Z1 B perlu waktu lebih lama untuk menaikkan kecepatan dari 105 ke 114 karena nafas mulai habis. Sedangkan Z1 A lebih cepat naiknya pada rentang 105-114 karena nafas masih agak lega, dan karena ada sisa nafas, bisa dipacu hingga 118.

Renungkan & pikirkan ! Kira2 ada gak jalan lurus sepanjang itu di rute yg tiap hari sobat lewati ?
------------------------------------------------------

Well, CO yang rendah hanya memerlukan lebih sedikit udara, sehingga tidak perlu membuka gas dalam2 dan cukup bermain di rpm menengah-bawah (mid to low rpm) untuk mendapatkan akselerasi bagus. Konsekuensi : Untuk trek lurus super panjang, top speed biasa saja (lebih rendah).

D.T. YAMAHA




5. Apa kaitan CO dengan bahan bakar yang dipakai ?
Semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar makin sulit terbakar. Namun sisa pembakaran sangat minim & mendekati apa yg dikatakan dengan pembakaran sempurna (jika oktan sesuai rasio kompresi mesin). Karena sulit terbakar, maka setelan CO harus sedikit lebih rendah.

Jika memakai Pertamax, lebih bijak setelan CO nya lebih rendah dibandingkan dengan ketika pakai Premium.

Premium mempunyai nilai oktan 88 (lebih rendah dari Pertamax dimana oktannya 92). Maka dari itu, untuk mencegah proses pembakaran yang terlalu cepat (pre-ignition) karena oktan rendah lebih mudah terbakar, maka setelan CO harus lebih tinggi dibanding Pertamax. Ibarat anak sekolahan : PR yang dikasih harus lebih banyak.

Kesimpulan dan Saran :
- Dengan CO tinggi, mas bro mau bermain smooth di rpm bawah, menengah, maupun atas tidak akan banyak berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Jadi mending dikebut (bermain di rpm menengah-atas) saja karena memang setelan boros (mengutamakan top speed).
- Sebaliknya, dengan CO rendah, konsumsi bahan bakar akan lebih terasa (signifikan) bedanya ketika motor dibawa smooth, rpm bawah, menengah, sampai peak rpm (rpm atas).

Post by Dewa Ju-Fi at Nationa Community NJZ1
Edit by Admin

2 komentar:

  1. Point satu masih rancuh, co tidak dijabarkan secara gamblang, yg dipaparkan cuma untuk apa bukan apa itu.

    Di point 3 juga, spek mesin juga berpengaruh trhadap stelan CO.

    Tiap naik 1 conya, maka konsumsi bahan bakar akan meningkat 0,05cc.

    Terus alatnya, itu gambar alat setting ecu yg dipake diajang race. Bukan yang di bengkel resmi setahu saya, dari semua bengkel resmi yang saya pernah datangin, FI DIAGNOSTIC TOOLnya itu warna hitam, dan bisa juga lewat aplikasi YAMAHA FI DIAGNOSTIC TOOL di komputer, jadi tidak mesti ke beres kalau mau nyetel, jika ada teman yg punya bisa ke temen.

    😊

    BalasHapus
  2. Thanks for comment, we'll be fix as soon as we can!

    BalasHapus