Cari Blog Ini

Sabtu, 13 Desember 2014

[share] RUMUS TOP SPEED JUPITER Z1






Cara menghitung top speed motor Jupiter Z1 tanpa mengetes motor di jalanan.

Tapi dengan mengabaikan : berat rider, arah & kecepatan angin di sekitar area tes. Itu kelemahannya

ini rumusnya dapat dari salah satu mekanik beres Yamaha

V = (60 x 3.14 x D x N) / (1000 x i)

V (kecepatan maksimum pada posisisi gear tertentu)
D (diameter efektif roda motor bebek) = 0,55 meter*
N (putaran mesin maksimum / menit) = 11.000 rpm*
i = (perbandingan reduksi primer) x (perbandingan reduksi sekunder) x (perbandingan gigi transmisi)

*=sekitar, kira-kira, diperkirakan, mendekati

perbandingan reduksi primer Jupiter Z1 = 58/20
perbandingan reduksi sekunder Jupiter Z1 = 41/13
perbandingan gigi transmisi :
gear 1 = 34/12
gear 2 = 30/16
gear 3 = 23/17
gear 4 = 23/22



hanya itu yang saya sampaikan... ini hanya sekedar share aja.. jika ada kesalahan tinggalkan komentar... makasih.....

Post by Dewa Ju-Fi
Edit by Admin

SPESIFIKASI OLI 4T NJZ1



 sore kawan, kali ini saya akan share tentang spek oli. oke langsung aja ke pokok pembahasan... oli itu sangan penting buat mesin... hahaha.. ya iyalah.. tanpa oli mesin motor jadi apa?? hahahaha
kali ini khusus buat z1 riders... xixixixii....

Oli mesin yang cocok untuk Yamaha Jupiter Z1 adalah oli sepeda motor dengan spesifikasi paling tidak sebagai berikut :

1. JASO MA (kalau JASO MB untuk sepeda motor otomatis ; sedangkan JASO MA untuk sepeda motor semi-otomatis seperti Supra X 125 dan sepeda motor manual)

2. API SJ ke atas (huruf setelah S, bila semakin dekat dengan Z diperuntukkan untuk pembuatan kendaraan dengan tahun semakin muda ; contoh SJ, SK, SL, dst)

3. Kekentalannya antara 10W-30 sampai 20W-50 (berarti mencakupi misalkan 10W-40, 15W-50, dsm)

4. Kapasitas 0.8 liter atau 800 ml.

Semakin kental oli, "secara umum" punya perlindungan yang lebih baik terhadap kerja mesin, tapi respon laju dari kendaraan agak ketahan. Sedangkan semakin encer oli, "secara umum" akan membuat respon laju dari kendaraan lebih baik, tapi punya perlindungan yang relatif kurang. Btw, tidak hanya kekentalan, sebenarnya faktor kualitas oli itu sendiri (kandungan additive, dll) yang juga mempunyai andil besar terhadap kualitas pelumasan, dll.

Maksut dari lebih kental : angka baik di setelah W dan/atau sebelum W lebih besar. Contoh : misalkan ada oli 10W-30 ; 10W-40 ; 15W-40 (yang paling kental adalah 15W-40 kemudian paling encer adalah 10W-30).

Oli dengan spesifikasi pada penjelasan di atas tadi bisa di dapat dari produk-produk seperti pada contoh di bawah ini (beberapa bahkan menyediakan produk oli yang spesifikasinya lebih baik):

a. Pertamina Enduro 4T



b. Motul 3100




c. Shell Adanvce SX



d. Yamalube


e. Castrol Power-One


e. dll

(pokoknya oli-oli yang sesuai dengan spesifikasi di atas tadi, semisal merk X, ada varian yang 10W-40, 15W-50 dsm, maka bisa dipilih sesuai yang diinginkan/dibutuhkan ; kalau mau peforma OK bisa pilih yang lebih encer, kalau mau perlindungan Baik bisa pilih yang lebih kental, misalkan demikian).

Memilih oli itu harus dipastikan dapat yang asli (semahal apapun, sebaik apapun klaim kualitasnya, dll tidak akan berguna bila dapatnya yang palsu). Selain asli, pastikan spesifikasinya sesuai di atas atau yang lebih baik, direkomendasikan beli yang merupakan produk dari brand terpercaya (ada brand-brand yang tidak jelas ; produk-produk entah dari mana, dsm).

Setelah itu ganti oli dengan benar. Jangan disemprot dengan angin kompresor bila menguras, karena akan membuat sebagian residu malah naik lagi ke atas walaupun sebagian turun ke luar. Kuras oli tunggu sampai tetesan habis, miringkan kendaraan untuk lebih bersih dari oli kotor (jangan disemprot udara apalagi ditambahkan zat yang klaimnya sebagai penguras [flusher, dsm], dsm karena belum tentu terbukti dan cocok untuk sepeda motor ; umumnya produk seperti itu untuk mobil).

- SALAM SATU ASPAL NJZ1 -

CO - 4T

SEMUA TENTANG CO



1. CO itu apa ?
CO itu menunjukkan ukuran besaran rasio bahan bakar terhadap udara. Semakin tinggi CO, campuran makin kaya & sebaliknya.

2. Di mana nyetel CO ?
Di bengkel resmi. Karena di bengkel resmi, ada alat untuk nyetel CO (Fuel Injection Diagnostic Tools).

3. Untuk apa nyetel CO ?
CO disetel agar karakter motor sesuai dengan kemauan brother sekalian. Apakah ingin fokus mengejar power di rpm bawah-menegah atau menengah-atas.

Lebih bijak disesuaikan dengan kebutuhan (kondisi eksternal : jalan yang dilalui, bagaimana lalu-lintasnya, panjang jalan lurus nya seberapa, banyak tanjakan atau tidak. Kondisi internal : berat badan rider, sering boncengan atau tidak).


4. Efek nyetel CO itu apa ?
Semakin tinggi nilai CO, debit bahan bakar yg masuk ke ruang bakar semakin tinggi (dengan kata lain semakin boros). Semakin tinggi CO, udara yang diperlukan lebih banyak agar pembakaran berlangsung sempurna dan menghasilkan performa yg baik. Begitu pula sebaliknya.

Dengan kata lain, untuk memperoleh udara yg banyak, maka gas harus diputar lebih dalam alias harus main putaran mesin menengah-atas (mid to high rpm). Nafas motor akan lebih panjang, dengan kata lain, top speed lebih tinggi. Tapi konsekuensinya, akselerasi jadi tidak terlalu responsif di rpm bawah. Timing pada short run jadi lebih lambat karena lemahnya tenaga pada rpm bawah.

-------------------------------------------------------
Pemisalan (contoh) case di lapangan diketahui :
Motor Z1 A setelan CO +5
Motor Z1 B setelan CO +2
bahan bakar, rider, style shifting dan settingan klep sama.

Pada trek lurus 500 meter (anggaplah kecepatan 0-105 Km/Jam), motor Z1 B unggul. Pada trek lurus 1,4 Km posisi mulai seimbang (berjejer antara motor Z1 A dan Z1 B). Kemudian setelah 1,7 Km, Z1 A unggul dari Z1 B (Z1 A ngacir sampai 118 Km/Jam, Z1 B cuma mentok di 114 Km/Jam).

Z1 B perlu waktu lebih lama untuk menaikkan kecepatan dari 105 ke 114 karena nafas mulai habis. Sedangkan Z1 A lebih cepat naiknya pada rentang 105-114 karena nafas masih agak lega, dan karena ada sisa nafas, bisa dipacu hingga 118.

Renungkan & pikirkan ! Kira2 ada gak jalan lurus sepanjang itu di rute yg tiap hari sobat lewati ?
------------------------------------------------------

Well, CO yang rendah hanya memerlukan lebih sedikit udara, sehingga tidak perlu membuka gas dalam2 dan cukup bermain di rpm menengah-bawah (mid to low rpm) untuk mendapatkan akselerasi bagus. Konsekuensi : Untuk trek lurus super panjang, top speed biasa saja (lebih rendah).

D.T. YAMAHA




5. Apa kaitan CO dengan bahan bakar yang dipakai ?
Semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar makin sulit terbakar. Namun sisa pembakaran sangat minim & mendekati apa yg dikatakan dengan pembakaran sempurna (jika oktan sesuai rasio kompresi mesin). Karena sulit terbakar, maka setelan CO harus sedikit lebih rendah.

Jika memakai Pertamax, lebih bijak setelan CO nya lebih rendah dibandingkan dengan ketika pakai Premium.

Premium mempunyai nilai oktan 88 (lebih rendah dari Pertamax dimana oktannya 92). Maka dari itu, untuk mencegah proses pembakaran yang terlalu cepat (pre-ignition) karena oktan rendah lebih mudah terbakar, maka setelan CO harus lebih tinggi dibanding Pertamax. Ibarat anak sekolahan : PR yang dikasih harus lebih banyak.

Kesimpulan dan Saran :
- Dengan CO tinggi, mas bro mau bermain smooth di rpm bawah, menengah, maupun atas tidak akan banyak berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Jadi mending dikebut (bermain di rpm menengah-atas) saja karena memang setelan boros (mengutamakan top speed).
- Sebaliknya, dengan CO rendah, konsumsi bahan bakar akan lebih terasa (signifikan) bedanya ketika motor dibawa smooth, rpm bawah, menengah, sampai peak rpm (rpm atas).

Post by Dewa Ju-Fi at Nationa Community NJZ1
Edit by Admin