SEMUA TENTANG CO
1. CO itu apa ?
CO itu menunjukkan ukuran besaran rasio bahan bakar terhadap
udara. Semakin tinggi CO, campuran makin kaya & sebaliknya.
2. Di mana nyetel CO ?
Di bengkel resmi. Karena di bengkel resmi, ada alat untuk
nyetel CO (Fuel Injection Diagnostic Tools).
3. Untuk apa nyetel CO ?
CO disetel agar karakter motor sesuai dengan kemauan brother
sekalian. Apakah ingin fokus mengejar power di rpm bawah-menegah atau menengah-atas.
Lebih bijak disesuaikan dengan kebutuhan (kondisi eksternal
: jalan yang dilalui, bagaimana lalu-lintasnya, panjang jalan lurus nya
seberapa, banyak tanjakan atau tidak. Kondisi internal : berat badan rider,
sering boncengan atau tidak).
4. Efek nyetel CO itu apa ?
Semakin tinggi nilai CO, debit bahan bakar yg masuk ke ruang
bakar semakin tinggi (dengan kata lain semakin boros). Semakin tinggi CO, udara
yang diperlukan lebih banyak agar pembakaran berlangsung sempurna dan
menghasilkan performa yg baik. Begitu pula sebaliknya.
Dengan kata lain, untuk memperoleh udara yg banyak, maka gas
harus diputar lebih dalam alias harus main putaran mesin menengah-atas (mid to
high rpm). Nafas motor akan lebih panjang, dengan kata lain, top speed lebih
tinggi. Tapi konsekuensinya, akselerasi jadi tidak terlalu responsif di rpm
bawah. Timing pada short run jadi lebih lambat karena lemahnya tenaga pada rpm
bawah.
-------------------------------------------------------
Pemisalan (contoh) case di lapangan diketahui :
Motor Z1 A setelan CO +5
Motor Z1 B setelan CO +2
bahan bakar, rider, style shifting dan settingan klep sama.
Pada trek lurus 500 meter (anggaplah kecepatan 0-105
Km/Jam), motor Z1 B unggul. Pada trek lurus 1,4 Km posisi mulai seimbang (berjejer
antara motor Z1 A dan Z1 B). Kemudian setelah 1,7 Km, Z1 A unggul dari Z1 B (Z1
A ngacir sampai 118 Km/Jam, Z1 B cuma mentok di 114 Km/Jam).
Z1 B perlu waktu lebih lama untuk menaikkan kecepatan dari
105 ke 114 karena nafas mulai habis. Sedangkan Z1 A lebih cepat naiknya pada
rentang 105-114 karena nafas masih agak lega, dan karena ada sisa nafas, bisa
dipacu hingga 118.
Renungkan & pikirkan ! Kira2 ada gak jalan lurus
sepanjang itu di rute yg tiap hari sobat lewati ?
------------------------------------------------------
Well, CO yang rendah hanya memerlukan lebih sedikit udara,
sehingga tidak perlu membuka gas dalam2 dan cukup bermain di rpm menengah-bawah
(mid to low rpm) untuk mendapatkan akselerasi bagus. Konsekuensi : Untuk trek
lurus super panjang, top speed biasa saja (lebih rendah).
 |
D.T. YAMAHA |
5. Apa kaitan CO dengan bahan bakar yang dipakai ?
Semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar makin sulit
terbakar. Namun sisa pembakaran sangat minim & mendekati apa yg dikatakan
dengan pembakaran sempurna (jika oktan sesuai rasio kompresi mesin). Karena
sulit terbakar, maka setelan CO harus sedikit lebih rendah.
Jika memakai Pertamax, lebih bijak setelan CO nya lebih
rendah dibandingkan dengan ketika pakai Premium.
Premium mempunyai nilai oktan 88 (lebih rendah dari Pertamax
dimana oktannya 92). Maka dari itu, untuk mencegah proses pembakaran yang
terlalu cepat (pre-ignition) karena oktan rendah lebih mudah terbakar, maka
setelan CO harus lebih tinggi dibanding Pertamax. Ibarat anak sekolahan : PR yang
dikasih harus lebih banyak.
Kesimpulan dan Saran :
- Dengan CO tinggi, mas bro mau bermain smooth di rpm bawah,
menengah, maupun atas tidak akan banyak berpengaruh terhadap konsumsi bahan
bakar. Jadi mending dikebut (bermain di rpm menengah-atas) saja karena memang
setelan boros (mengutamakan top speed).
- Sebaliknya, dengan CO rendah, konsumsi bahan bakar akan
lebih terasa (signifikan) bedanya ketika motor dibawa smooth, rpm bawah,
menengah, sampai peak rpm (rpm atas).
Post by Dewa Ju-Fi at Nationa Community NJZ1
Edit by Admin